Pada era klasik dahulu, kita mengetahui bahwa agama Islam pernah mencapai puncak masa kejayaan peradabannya, dimana pada puncak masa kejayaannya ini agama Islam mengalami kemajuan di aspek penting dalam hidup, seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Kemajuan intelektual menjadi salah satu faktor jayanya peradaban Islam kala itu. Kejayaan islam di Spanyol menghasilkan peradaban yang sangat cemerlang sepanjang sejarah Islam. Perkembangan Islam di Spanyol melahirkan tokoh-tokoh dan ilmuwan terkenal seperti Abu Bakar ibn Thufail dan Abu Bakar Muhammad bin Al-Sayigh. Ilmu yang berkembang dengan baik saat itu adalah ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi, kimia dan lain-lain. Sehingga pada saat itu Spanyol menjadi pusat pendidikan bagi pemuda-pemuda kristen Eropa dan orang-orang di seluruh dunia. Mereka menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan muslim. Namun, masa kejayaan ini hanya berlangsung sekitar 500 tahun. Islam mengalami kemunduran setelah hancurnya dinasti Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah II di Spanyol.
Kemunduran umat Islam terjadi karena beberapa faktor, salah satunya yaitu kemunduran pemikiran Islam. Kemunduran pemikiran islam terjadi setelah pintu ijtihad ditutup, dimana tutupnya pintu ijtihad kala itu menyebabkan umat islam tidak memiliki etos keilmuan yang tinggi dan akal tidak diperdayakan dengan maksimal sehingga tidak munculnya inovasi-inovasi atau perkembangan baru yang seiring dengan perkembangan zaman. Selain itu juga munculnya perbedaan paham yang dapat membuat disharmoni pada umat Islam. Di sisi lain, bangsa Barat mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga pada akhirnya membentuk peradaban modern. Sampai saat ini, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi-teknologi yang ada saat ini tidak sedikit berasal dari bangsa Barat. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita perlu mengejar ketertinggalan ini sehingga agama Islam dapat mencapai masa kejayaannya kembali seperti era klasik dahulu dengan ilmu-ilmu yang diciptakan oleh ilmuwan muslim terdahulu.
Sebagai mahasiswa program studi Teknik Industri yang menganut agama Islam, tentunya memiliki peran yang penting dalam mengejar ketertinggalan umat Islam dari peradaban Barat dan memajukan peradaban Islam. Peradaban Islam sangat ditentukan oleh kualitas umat Islamnya, dan kualitas umat Islam salah satunya ditentukan oleh pendidikannya yang dimulai sejak kecil sampai tumbuh dewasa. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa muslim Teknik Industri, saya dan seluruh umat islam lainnya harus belajar dengan sungguh-sungguh menekuni ilmu-ilmu yang diberikan, baik ilmu yang diberikan oleh dosen, rekan-rekan, ataupun ilmu yang dapat kita cari dengan mudah di internet. Pentingnya ilmu pengetahuan juga dikatakan oleh Allah SWT dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 yang memiliki arti “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” Dalam surat ini dijelaskan bahwa Allah SWT akan menaikkan derajat orang yang berilmu. Sebagaimana yang kita tahu juga, bahwa salah satu faktor kemajuan peradaban Islam yaitu kemajuan intelektual. Ilmuwan muslim terdahulu tentunya belajar menuntut ilmu dengan banyak membaca. Di era modern ini, kita dapat dengan mudah membaca buku secara online dan mencari ilmu-ilmu pengetahuan khusus menggunakan teknologi yang ada dimanapun kita berada. Kita juga dapat belajar dari pengalaman dalam melakukan sesuatu hal baru ataupun pengalaman-pengalaman lainnya.. Selain itu, kita juga harus mengimbangi ilmu pengetahuan kita dengan mempelajari ilmu agama agar tidak terjadi perselisihan dan perbedaan paham. Kita sebagai umat islam juga perlu sadar akan masuknya ajaran-ajaran asing yang masuk dan diterima sebagai ajaran islam, dimana ajaran-ajaran ini bertentangan dengan ajaran islam. Contoh ajaran-ajaran tersebut yaitu bid’ah, khufarat, dan takhayul. Ajaran ini secara tidak langsung membawa Islam mengalami kemunduran. Dengan sadar akan ini, saya maupun umat islam dapat fokus dalam menuntut ilmu dalam rangka memajukan peradaban Islam tanpa memikirkan adanya ajaran-ajaran ini. Karena saat ini tidak jarang kita lihat perdebatan-perdebatan yang menurut saya pribadi sudah tidak penting lagi untuk diperdebatkan terkait suatu pandangan dalam beragama, padahal di sisi lain kita melihat bangsa Barat bisa dibilang sedang berlomba-lomba menciptakan teknologi canggih, teknologi untuk pergi ke mars, dan lainnya. Oleh karena itu, ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajari perlu diseimbangkan dengan ilmu Agama yang kuat.
Setelah menuntut ilmu, sebagai mahasiswa muslim Teknik Industri saya harus menerapkan ilmu-ilmu yang diberikan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di era modern saat ini. Sebagai contoh mahasiswa Teknik Industri diberikan mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi dimana salah satu materi yang diajarkan yaitu ekonomi syariah, kita dapat menerapkan sistem ekonomi syariah untuk menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang terjadi. Kita hidup di era revolusi industri 4.0 dimana kita hidup berdampingan dengan mesin-mesin dan alat-alat teknologi yang canggih berbasis Internet of Things dan Artifical Intelegent yang dapat memudahkan kita dalam segala aspek kehidupan. Namun, teknologi canggih ini dapat dikatakan kebanyakan dibuat oleh bangsa Barat. Indonesia sendiri adalah negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, namun sayangnya sumber daya alam Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena sumber daya manusia dan teknologi yang masih terbilang kalah oleh bangsa Barat. Contohnya yang masih menjadi masalah dalam negeri di sektor pertambangan yaitu PT. Freeport. Perlu kita ketahui, bahwa saat ini Indonesia masih belum bisa mengolah hasil tambang secara sendiri sehingga ada hasil tambang yang diolah oleh negara luar karena keterbatasan alat yang kita miliki. Seharusnya, alat atau teknologi yang dipakai untuk mengolah hasil tambang tersebut dapat dibuat oleh bangsa kita sendiri dengan memanfaatkan ilmu-ilmu yang telah diwariskan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim terdahulu sehingga hasil tambang tersebut dapat diolah oleh negara kita sendiri dan mungkin saja alat ini dapat lebih baik dari yang sudah ada sebelumnya dengan lebih ramah lingkungan. Hal ini menjadi tantangan khususnya di bidang industri pemersinan sehingga dapat mengejar ketertinggalan dari bangsa Barat. Selain itu, sebagai mahasiswa muslim Teknik Industri, kita juga belajar mengenai manajemen industri dimana salah satu fokusnya yaitu mengembangkan sumber daya manusia. Dengan hal ini, perlahan-lahan kita dapat mengejar ketertinggalan umat Islam mengingat kualitas manusia menjadi faktor kemajuan bangsa Barat.
Dalam Program Studi Teknik Industri kita berfokus pada peningkatan suatu sistem agar suatu sistem tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien dalam menggunakan sumber daya untuk mencapai produktivitas yang tinggi. Dalam memajukan peradaban Islam, sebagai mahasiswa muslim Teknik Industri juga perlu melakukan inovasi mengembangkan teknologi yang ada ataupun menciptakan produk-produk yang belum dibuat sebelumnya oleh bangsa Barat. Dengan mengembangkan teknologi bahkan menciptakan suatu produk inovasi yang efektif dan efisien yang kedepannya akan dibutuhkan, nantinya seluruh dunia akan banyak menggunakan produk tersebut sehingga dapat memajukan nama Islam kembali di dunia. Misalnya topik yang sedang hangat diperbincangkan dalam industri otomotif yaitu mobil listrik. Saat ini, mobil listrik sudah mulai dipasarkan di Indonesia bahkan di luar negeri sudah banyak digunakan karena ramah lingkungan dan hemat energi. Namun, saat ini orang masih mempertimbangkan untuk beli mobil listrik dikarenakan kelemahan pada mobil listrik yaitu waktu pengisian baterai yang terbilang masih cukup memakan waktu dibandingkan mobil berbahan bakar minyak dan juga tempat pengisiannya masih belum tersebar merata di beberapa negara. Dengan ilmu yang diwariskan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim sebelumnya, bukan hal yang tidak mungkin ahli lulusan program studi Teknik Industri berinovasi mengembangkan teknologi ini dengan pembuatan jalan kendaraan yang dapat mengisi bahan bakar kendaraan listrik tersebut secara otomatis. Hal ini bisa membanggakan dan mengharumkan nama Islam kedepannya di dunia.
Sebagai umat Islam khususnya mahasiswa Teknik Industri, kita perlu sadar akan ketertinggalan umat Islam dari bangsa Barat dan kita perlu berupaya untuk memajukan peradaban Islam seperti di era klasik. Sebagai mahasiswa, hal utama yang dapat kita lakukan yaitu menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Kita juga perlu menghindari perselisihan yang terjadi dalam agama Islam yang dapat menghambat perkembangan peradaban Islam sehingga kita bisa fokus dalam meraih ilmu dan berinovasi menciptakan suatu hal yang dapat mempengaruhi dunia. Dengan melakukan hal-hal tersebut, Peradaban Islam akan dipandang oleh bangsa Barat dan seluruh dunia dan secara tidak langsung kita dapat mengejar ketertinggalan umat Islam dari bangsa Barat dan memajukan peradaban Islam.
Referensi :
Sholikhudin, A. 2017. Merebut Kembali Kejayaan Islam Analisis Internal dan Eksternal Penyebab Kemunduran Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam. 3 (1): 135-148.
Napitupulu, D.S. 2019. Romantika Sejarah Kejayaan Islam di Spanyol. Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial. 3 (1): 7-18.
Syukron, A. 2014. Pengantar Manajemen Industri. Edisi 1, Graha Ilmu. Yogyakarta-Indonesia.